Tips Memilih Jurusan Kuliah Setelah Lulus Sekolah Menengah

Sesuai dengan judulnya, tulisan ini saya buat khusus untuk teman-teman sekalian yang akan lulus sekolah menengah dan hendak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, namun masih bingung dengan pilihan jurusan kuliah. Bagi pembaca selain yang saya maksudkan di atas--mungkin orangtua, guru, atau sobat yang masih berusaha untuk melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi--semoga tips ini juga bisa bermanfaat :)

Pertama-tama, saya mau tanya dulu nih, apa sih motivasi kalian dalam melanjutkan studi ke perguruan tinggi? Pasti ada banyak alasan kalau kalian bayangkan sekarang, atau bahkan kalian sendiri sebenarnya tidak punya bayangan yang pasti dan jelas soal ini? Menurut pengalaman penulis nih, ada 3 model kepribadian yang mempengaruhi faktor motivasi dalam permasalahan ini:
  1. Si Apel yang jatuh tak jauh dari pohonnya. Pastinya kalian sudah familiar dengan pepatah ini, dan yap, maksudnya di sini adalah faktor orangtua atau keluarga. Dari pengalaman penulis, tidak sedikit orang yang mengikuti jejak orangtua atau saudara mereka yang telah sukses dengan pengalaman dan status pendidikannya. Biasanya mereka juga sudah lama memiliki ketertarikan dan serius dalam dunia yang ditanam keluarga mereka. Contohnya seperti Kevin 'Vierra' Aprilio, siapa sih yang nggak kenal dia dan keluarga musiknya, ya kan? 
  2. Si Pisau yang merindukan batu asah. Well, maksudnya adalah kepribadian yang punya motivasi untuk memperdalam minat, keahlian, dan bakat. Berbicara soal pengalaman, banyak orang-orang yang sukses dengan pilihannya di perguruan tinggi karena faktor ini. Mereka yang punya passion dan kemampuan tertentu yang sejalan dengan bidang jurusan yang dipilihnya, terbukti bisa bertahan lebih lama dan jauh berkembang kedepannya, karena mereka pintar dalam melihat dan mengukur kemampuan mereka sendiri. Kalau kalian punya motivasi ini, coba pertahankan terus. 
  3. Si Rumput lari. Cukup simpel ya nama model ini. Kalian pernah lihat atau mendengar nama rumput lari? Bayangkan kalian adalah rumput lari yang ringan dan tertiup angin. Kalian akan terus bergerak mengikuti angin sampai mereka mereda atau ada gaya lain yang menahan kalian. Bisa dibayangkan? Jangan takut. Bagi remaja seumuran kalian, fase 'rumput lari' ini wajar terjadi. Teman-teman penulis dan penulis sendiri pernah terjebak dalam situasi ini. Terlalu banyak terpengaruh suara dari luar, atau fokus pada tujuan yang terlalu muluk, bisa membuat kalian demikian.
Jadi, apa yang bisa kalian lakukan untuk memilih jurusan yang tepat di perguruan tinggi? 
  • Ukur kemampuan kalian. Kemampuan yang perlu diperhitungkan selain kemampuan otak atau intelegensi, yaitu: etos kerja dan finansial. Mengenai intelegensi, tentunya kalian dapat mengukurnya sendiri; tapi jangan diukur dengan kerendahan diri. Etos kerja berhubungan dengan kemantapan hati dan disiplin diri; ini menentukan sejauh mana kalian akan bertahan dengan pilihan yang kalian ambil. Yang terakhir finansial, yap, uang memang segalanya sobat; tapi lagi-lagi jangan merendah diri, karena banyak jalan kalau kalian punya niat yang kuat.
  • Tentukan pilihan umum. Maksudnya? Langsung ke persoalan; misalnya kalian berasal dari SMA/SMK berjurusan IPA, lalu kalian berminat untuk memilih jurusan sains terapan seperti Fisika atau Biologi, dari situ fokus pada pilihan ini. Perdalam IPA kalian, khususnya untuk tes perguruan tinggi. Ikut bimbingan belajar, atau jika kalian merasa tidak mampu atau malas mengikuti model belajar bimbel, coba cari pertolongan dari orang yang bisa membuat kalian nyaman dan banyak-banyak belajar dari internet!
      
  • Bagaimana kalau belum bisa menentukan pilihan umum? Masih labil dengan berbagai pilihan jurusan yang menjanjikan? Coba berkaca pada diri sendiri, dengarkan suara hati kalian, jangan takut untuk mengambil keputusan nekat selama kamu merasa senang dengan keputusanmu. Lakukan kembali langkah seperti di poin pertama. Kalau kalian masih ragu, berdoalah dan minta nasihat orangtua dan saudara. Jangan buat susah diri kalian, perguruan tinggi bukan pintu akhir dari masa depan kalian. Biarkan semuanya mengalir dengan sendirinya, walaupun banyak pilihan di otak kalian.
  • Cari informasi soal perguruan tinggi (kualitas, keterjangkauan, dll), jurusan yang akan kalian pilih (jenjang pendidikan, passing grade, akreditas, alumni, prospek kerja, dll), jalur masuk (reguler, paralel, internasional), dan jadwal tes selseksi masuk. Catat dan simpan semua informasi, bisa di buku agenda atau gadget kalian. Biasanya kalian akan otomatis mencari tahu sendiri, atau mendapat informasi dari sekolah. Agar lebih akurat, datangi langsung perguruan tinggi yang kalian minati. Ajak orangtua kalian atau teman-teman supaya lebih semangat.
  • Belajar, berdoa, dan disiplinkan diri. Perdalam terus model materi yang akan kalian hadapi dalam tes seleksi masuk perguruan tinggi, karena ini berbeda dengan gaya tes yang kalian dapatkan di sekolah. Jangan lupa selalu berdoa, perbaiki diri, dan selalu berpandangan positif, karena keajaiban dari Tuhan dapat terjadi tanpa kita sadari :) Terakhir, disiplin diri juga harus dijalani. Apalagi di saat-saat seperti itu kalian juga disibukkan dengan urusan UAN, UAS, ujian praktek dan sebagainya. Sebisa mungkin  kalian harus bisa menyeimbangkan ketiga urusan ini.
  •  
     
  • Ikut try out seleksi masuk perguruan tinggi. Ini berguna banget bagi kalian yang mau mencoba mengukur sejauh mana kemampuan kalian untuk bisa lolos di jurusan yang kalian pilih. Dalam bimbingan belajar khusus ujian masuk, pasti sering diadakan try out khusus, tapi coba ikuti try out akbar yang sering diselenggarakan di luar sana. Selain menambah pengalaman, cara ini bisa membuat kalian semakin termotivasi untuk meningkatkan kemampuan kalian.
  • Mantapkan pilihan. Setelah di awal kalian menentukan pilihan umum, akan tiba saatnya kalian harus sudah menentukan pilihan khusus. Jurusan (jurusan) apa yang akan kalian pilih. Buat proiritas dan tentukan pilihan cadangan, sekalipun kalian hanya fanatik dengan satu jurusan. Lihat kembali kemampuan kalian. Jangan memaksakan diri jika kemampuan kalian masih di bawah standar persaingan jurusan pilihan. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, cari pilihan cadangan yang sesuai minat dan kemampuan kalian.
Tips plus-plus:
  • Jangan ragu untuk pindah jalur. You know what I mean? Yap, kalau kamu memang berminat memilih jurusan yang selama ini bukan bidang kamu (sebut saja dari IPA ke IPS), jangan takut untuk berpindah haluan! Hal ini masih halal dan diterima oleh hampir semua perguruan tinggi, umumnya universitas. Penulis sendiri mengalami hal ini dan hingga sekarang sama sekali tidak menyesal ;) Bagi kalian anak IPA, bersyukurlah karena kalian telah dibekali kemampuan logika dan perhitungan yang luar biasa sehingga kalian dapat dengan mudah masuk ke dunia IPS. No offense social friends ;)
  • Sebaiknya jangan lihat jurusan dari prospek kerja yang dijamin jurusan. Fokuskan niat kalian pada tujuan mencari ilmu dan 'memperkaya' diri. Dunia pendidikan dan pergaulan di bangku perkuliahan tidak sekaku dunia sekolah, sob. Dalam prosesnya kalian akan menemukan banyak pintu yang mendekatkan kalian pada masa depan yang lebih cerah. Menuntut ilmu dan merajut karir tidak punya batas waktu, jadi jangan takut kalian akan tertinggal selama kalian mau terus meningkatkan kualitas diri. Mengutip dari kalimat sebelumnya: perguruan tinggi bukan pintu akhir dari masa depan kalian :)

Fuh! Panjang juga ya tulisan saya. Sebenarnya saya juga mau menceritakan kisah saya yang fenomenal, tapi sepertinya membaca ini saja sudah membuat mata lelah. Terima kasih bagi kalian yang sudah setia membaca sampai kata-kata terakhir ini. Sedikit pesan dari saya, jujurlah pada diri sendiri dan tetap disiplin (baik dalam belajar, beribadah, dan hal lainnya) agar tidak tersesat di jalan, termasuk dalam hal memilih jurusan *baik, cikgu!* Apa pun cara kalian dalam memandang masa depan, lakukan dengan senang hati dan ikhlas. Sukses untuk kalian dan semangaaaaaaaat!

Comments