Ketika Mestakung Membawaku Pada Dua Puspa Langka Bumi Rafflesia

Apa itu puspa? Puspa bisa diartikan bunga. Apa itu Bumi Rafflesia? Itu adalah nama kecil Provinsi Bengkulu di Sumatera. Kalau puspa langka (dari) Bumi Rafflesia, apa hayo? Pernah ingat pelajaran di sekolah dulu? Ya, Bunga Rafflesia dan Bunga Bangkai--yang mayoritas jenis keduanya tumbuh subur di Bengkulu.

Aku--ehm saya--nggak pernah mimpi untuk melihat dua bunga itu. Pertama kali tau cuma dari buku pelajaran yang membahas tentang simbiosis tanaman atau keanekaragaman hayati nusantara. Setelah itu, nggak pernah tuh kepikiran atau punya keinginan untuk melihat langsung bunga tak biasa ini.

Tapi, semesta mendukung (mestakung) ketika saya diundang untuk mengenal lebih jauh Bumi Rafflesia dalam kegiatan #FamtripBengkulu bersama para travel blogger selama 3 hari. Bukan cuma saya, keberuntungan melihat puspa langka Bengkulu ini juga dialami langsung oleh lebih dari 30 peserta familiarization trip bersama Alesha Wisata Bengkulu, yang didukung Dinas Pariwisata Bengkulu.

Awal cerita, hari pertama kegiatan #FamtripBengkulu ini dimulai dengan perjalanan ke Kabupaten Rejang Lebong, yang berjarak sekira dua sampai tiga jam dari Ibukota Bengkulu. Adapun tujuan utama hari pertama kegiatan adalah Objek Wisata Kebun Bunga Curup di sekitar Danau Mas Harun Bastari dan Taman Konservasi Amorphophallus alias Bunga Bangkai.



Pagi hari di tanggal 21 Juli 2017, hampir semua peserta sudah berkumpul di Bandara Fatmawati Soekarno. Dengan bis besar, kami pun langsung bertolak menuju Rejang Lebong, melalui jalur timur yang melewati Bengkulu Tengah dan Kepahiang. 

Fyi, jalanan menuju kawasan dataran tinggi ini cukup ngeri-ngeri sedap. Jalur yang sempit di antara kawasan hutan lindung, ditambah kelokan nggak ada matinya, jadi asal muasal nama jalan yang disebut Liku Sembilan. Entah dari mana asal nama sembilan, karena kelokannya nggak abis-abis!

Bonus Pertama: Bunga Rafflesia

Ketika satu jam pertama perjalanan dengan bus sudah hampir lewat dan pemandu perjalanan kami tengah 'kepo' tentang apa yang diketahui peserta tentang Bengkulu, tiba-tiba kecepatan bus berkurang setelah melewati satu kelokan jalan. Bus kemudian berhenti di pinggir yang nggak seberapa lebarnya. 'Ada apa nih?' pikir saya.

Salah satu pemandu pun langsung menjelaskan apa yang terjadi. Ternyata ada bunga Rafflesia yang sedang mekar di kawasan Hutan Lindung Taba Penanjung, KM 49 Jalan Liku Sembilan, Kepahiang. Lokasi bunganya tak jauh dari badan jalan. 'Oh, inikah mestakung?' Keajaiban semesta yang menyambut di jam pertama kami menginjakkan kaki di Bengkulu!


Semua peserta langsung berbondong-bondong turun dari bus. Tepat di pingir jalan, sebuah kain lebar dicat dengan tulisan yang menerangkan bahwa Bunga Rafflesia tengah mekar. Beberapa masyarakat yang menjaga daerah tersebut dan satu pemandu kami ternyata ada yang sudah berjaga di sana.

Kami harus mengantri untuk masuk ke dalam hutan dan turun sejauh sekian ratus meter. Lantai hutan yang bisa licin ketika diinjak sewaktu-waktu tidak menyurutkan semangat kami untuk menengok salah satu bunga langka, yang lebih mudah ditemui di Bengkulu.

Satu buah bunga berukuran sekira 60 cm terlihat menempel di tanah yang miring. Menurut masyarakat komunitas pemerhati Bunga Rafflesia di kawasan tersebut, bunga yang kami lihat saat itu sudah mekar selama tiga hari.

Bunganya masih segaaar--tapi tidak demikian dengan muka saya...
Bunga ini tidak berasal dari batang pohon, melainkan akar rambat yang mendapatkan makan dari pohon inang Tentrastigma. Uniknya lagi, bunga ini hanya mekar selama seminggu atau kurang loh!
Jenisnya sendiri adalah Rafflesia Arnoldii (satu dari empat jenis Rafflesia yang sering ditemukan di hutan Bengkulu), karena kelopaknya simetris. Tanpa disentuh (karena nggak boleh disentuh), kelopak yang bertutul-tutul itu saya bayangkan teksturnya seperti kulit crepes yang tebal. NYAM!

Tidak jauh dari lokasi bunga yang sedang cantik-cantiknya mekar, salah satu penjaga menunjukkan ada bongkol bunga atau calon bunga yang sedang tumbuh. Bentuknya bulat dan masih seukuran bola sepak takraw.



Untuk sampai mekar menjadi bunga, bongkol seukuran itu kayanya butuh waktu sampai tiga bulan. Itu pun kalau beruntung tidak mati karena dimakan ulat atau gangguan lainnya. Jadi bisa dibayangkan, bagaimana sulitnya bunga ini untuk tumbuh dan hidup lama.

Bonus Kedua: Bunga Titan Arum aka Bunga Bangkai

Sore harinya, Tim Alesha Wisata yang membawa kami ke Bengkulu telah menjadwalkan perjalanan ke Konservasi Amorphophallus sebagai destinasi terakhir. Mereka tidak menjanjikan kami bisa melihat Bunga Bangkai, tapi lagi-lagi mestakung! Di luar dugaan, sebuah bunga raksasa yang dikenal dengan Bunga Bangkai tengah tumbuh di sana.

Masih di hutan sekitar Jalan Liku Sembilan, tepatnya di KM 54, taman konservasi ini berada. Di bawah kepemilikan keluarga Pak Holidin, bunga yang juga disebut masyarakat setempat sebagai Bungai Kibut ini dilindungi di dalam wilayah hutan pribadi.

Amorphophallus titanum atau yang disebut juga Bunga Bangkai (berbeda dengan Bunga Rafflesia) adalah tanaman berjenis umbi yang secara bergantian tumbuh dari fase vegetatif ke generatif yang menghasilkan bunga raksasa ini. 

Bunga Bangkai yang kami temui saat itu lokasinya juga tidak jauh dari pinggir jalan. Bahkan tidak perlu turun sejauh sebelumnya kami harus melihat Bunga Rafflesia. Saking besarnya (sekitar 2,5 meter), bunga ini terlihat gagah dan segar walau sudah beberapa hari mekar.

Fyi, bunga ini juga memiliki masa mekar yang tidak lama. Hanya sekitar 2x24 jam saja, bahkan kadanh hanya bertahan delapan jam, menurut Pak Holidin. Sesudahnya mereka akan membusuk dan tumbuh menjadi tanaman buah, seperti gambar di sebelah kanan.

Pak Holidin dan kebanggaannya

Di sana, Pak Holidin memberikan banyak informasi tentang tanaman ini. Beliau sendiri sudah mulai peduli melestarikan Bunga Bangkai sejak tahun 90-an dan telah banyak bekerja sama dengan peneliti atau turis minat khusus untuk bertukar informasi tentang tanaman langka yang perlu dilestarikan ini.

*TIPS: Melihat Bunga Rafflessia dan Bungai Bangkai di Bengkulu


Ini mungkin jadi tujuan sejumlah turis datang ke Bengkulu. Padahal tidak setiap waktu dua puspa langka ini bisa ditemui. Saya dan rombongan #FamtripBengkulu adalah orang-orang yang sangat sangat beruntung karena bisa melihat langsung keduanya dalam satu hari!

Tapi, jangan putus asa dulu. Bagi kalian yang tinggal cukup dekat dengan Bengkulu, punya fleksibilitas waktu yang cukup, akses transport yang oke, nih saya kasih tau sedikit tipsnya:


  • Informasi mekarnya Bunga Rafflesia biasanya akan disebarkan oleh media lokal, termasuk hotel-hotel di Bengkulu kepada tamunya. Jumlah Bunga Rafflesia yang mekar di Bengkulu rata-rata 2-3 bunga setiap bulan dan ini menyebar di seluruh daerah Bengkulu (yang kemungkinan aksesnya sulit dari pusat kota). 
  • Cari info dari komunitas yang biasa mengawasi pertumbuhan bunga langka ini. Mereka terus memantau pertumbuhan Bunga Rafflesia sejak masih menjadi bongkol, sehingga mereka akan bisa memprediksi dan melihat kapan bunganya akan mekar.
  • Bunga Rafflesia umumnya tumbuh jauh di dalam hutan. Katanya, semakin jauh ke dalam katanya ukurannya bisa lebih besar. Untuk melihat bunganya, pengunjung mungkin dimintai bayaran beberapa puluh ribu atau sukarela. Tapi, hati-hati kalau bunganya mencurigakan dan kalian dimintai bayaran terlebih dahulu sebelum menengok bunganya, bisa-bisa itu bunga palsu...
  • Untuk melihat Bunga Bangkai, taman konservasi milik Pak Holidin termasuk yang direkomendasikan. Selain jaraknya hanya sejam dari Ibukota Bengkulu, kalian akan banyak mendapat ilmu baru dari orang yang berpengalaman serta melihat langsung Bunga Bangkai kalau beruntung!

Comments

  1. Abdullah Akhmadi27/7/17 10:09 AM

    Envyyyyy

    ReplyDelete
  2. Kak aku juga bahas tentang bunga rafflesia dan bunga bangkai, tapi lebih ke perbedaanyaa sih
    mampir ya kak hehe
    http://www.puspitayudaningrum.com/2017/07/ini-loh-bedanya-bunga-rafflesia-dan.html

    ReplyDelete
  3. beruntung banget ya bisa liat langsung bunga langka ini :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, luar biasa, Allahu akbar! 😆 Seneng bisa jalan sama orang2 pembawa berkah!

      Delete

Post a Comment