Tak Sabar Rasakan MRT #UbahJakarta di 2019

Pertama kali ke Singapura 2013 lalu, saya seperti orang norak. Turun dari pesawat saya disambut Changi Skytrain, lalu ke kota naik MRT. Saat itu saya sampai berpikir, kapan Indonesia atau minimal Jakarta punya transportasi seperti itu. Tapi, rasa iri saya akan terobati dengan selesainya pembangunan MRT pertama di Ibukota 2019 mendatang.

Kalau selama ini saya baru melihat pembukaan lahan dan pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) yang cukup mengganggu, setelah Lebaran kali ini saya petama kalinya mendengar langsung bagaimana MRT akan meningkatkan modernitas transportasi Jakarta, langsung dari pengelolanya.

Sumber: jakartamrt.co.id

PT MRT Jakarta, pada 5 Juli 2017, mengundang para jurnalis dan blogger yang tertarik untuk mengetahui kelanjutan pembangunan MRT Fase 1 yang sudah mulai sejak beberapa tahun belakangan ini. Dari acara, yang sekaligus ajang halal bihalal, ini saya pertama kalinya mendapat gambaran sedang dan akan seperti apa jadinya kereta cepat di Jakarta nanti.

Pembangunan Fase 1 sudah 75 persen

Per Juli 2017 ini, Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar melaporkan, pembangunan Fase 1 ini sudah hampir 75 persen. Pembangunan Fase 1 di mana aja tuh? Untuk pertama ini jalurnya Lebak Bulus (Jakarta Selatan) sampai Hotel Indonesia a.k.a HI (Jakarta Pusat). Jaraknya kira-kira 15 km.

Pembangunan MRT dikerjakan sesuai mandat Perda No.3 Tahun 2008

Dari angka sebenaranya 74,89 persen, progress itu termasuk konstruksi jalur layang yang mencapai 62,42 persen dan konstruksi jalur bawah tanah yang sudah mencapai 87,48 persen. Untuk yang bawah tanah ini, menurut Pak Dirut sudah mulai mengisi interior, seperti pasang keramik dan platform. Kemudian pembangunan pintu masuk stasiun di atas tanah juga sudah mulai di beberapa titik.

Upaya pembebasan lahan masih terus diupayakan

Namanya bangun jalan baru, pasti ada lahan yang harus dikorbankan dan dimintai izin pembangunannya di daerah yang akan dilalui MRT. Sekiranya ada 136 lahan kritis yang dilalui jalur MRT. Tapi tidak semuanya mudah dibebaskan oleh pemilik atau pengguna lahan. Contohnya lahan untuk Stasiun Haji Nawi, sampai sekarang masih terhambat. 

Kerennya MRT apa sih?

1) Kecepatan tinggi

Baaah... Yang pasti cepat! Lebih cepat daripada Commuter Line atau KRL Jabodetabek. Menurut PT MRT Jakarta, jarak Lebak Bulus dan HI yang normalnya bisa ditempuh 2,5 jam, cuma 30 menit dengan tingkat kepastian MRT yang sangat tinggi.

"Ini service yang kita jaminkan. Tidak perlu kena macet, tidak perlu stres. Keretanya pun tersedia setiap 5 menit, kalau di jam sibuk," jelas Direktur Operasional PT MRT Jakarta, Agung Wicaksono.

2) Kapasitas

Satu rangkaian akan terdiri dari 6 'mobil'. Masing-masing 'mobil' bisa diisi 200 atau lebih orang, sehingga satu rangkaian bisa membawa 1.200-1.900 orang. Estimasi penumpang yang diangkut MRT setiap harinya adalah 174.000 orang. Jumlahnya mungkin masih akan kalah dengan kereta Commuter Line yang mengangkut rata-rata 850.000 orang setiap hari.

3) Berkelas internasional

Semua-semuanya dijamin berstandard internasional, termasuk para pekerja operasionalnya yang bahkan trainingnya dilakukan di luar negeri.

4) Kendaraan baru

Berbeda dengan Commuter Line (Comline) yang keretanya didapat dari bekas pakai Jepang (love you Comline), kereta MRT nanti akan baru sebaru-barunya.

5) Sistem ticketing yang kekinian

Sudah lumrah buat transportasi modern saat ini menggunakan uang elektronik daripada uang tunai untuk membeli tiket. "Nanti akan mirip yang ada di Singapura. Ada vending machine untuk tiketnya sendiri," kata Agung Wicaksono lagi.

Nantinya sistem pembelian tiket akan serupa dengan Comline yang bisa menggunakan tiga model tiket (tiket Comline yang multi trip dan single trip juga E-money). MRT juga akan menyediakan alat untuk pembelian tiket dengan mesin atau electronic fare collection.

6) Jamin kenyamanan untuk penyandang disabilitas

Unsur ini pastinya jadi penting bagi setiap moda transportasi, karena penyandang disabilitas berhak mendapat kenyamanan untuk bergerak dan memanfaatkan fasilitas publik. Yap, pembangunan MRT, dari pintu masuk stasiun sampai kereta, tidak melupakan kepentingan pengguna kursi roda, penyandang tuna netra dan tuna rungu.

Tapi, untuk ruang khusus perempuan seperti yang tersedia di Comline dan Transjakarta, PT MRT Jakarta belum mempertimbangkan nih.

Intinya, MRT akan #UbahJakarta !

Selain mengubah harapan saya tentang kemajuan Jakarta yang sebelumnya semu *tsaah, sekarang harapan itu akan jadi kenyataan. Kira-kira awal 2019 mendatang, saya selaku masyarakat Jakarta akan bisa merasakan kemajuan baru dalam bidang transportasi publik.

Pembangunan MRT dan operasional yang sudah dan akan memanfaatkan banyak anak bangsa sendiri juga dianggap sebagai lompatan pembangunan yang membanggakan, kata Pak Dirut.

Jadi, kalau sekarang kita masih ngeluh jalanan macet karena padat kendaraan pribadi atau pembangunan MRT yang belum selesai, sabar dulu kali yaa... Huuuh, padahal udah nggak sabar!

Comments

  1. Saya juga gak sabar menanti MRT ini.. Yg jadi penasaran tuh apakah setelah ada MRT jiwa jelong2 saya kambuh lagi kah..? Soalnya setelah tinggal di Jakarta ini, mau ke alpamart aja malesnya minta ampyun..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha.. Harus kambuh dong mba, biar bisa liat kemajuan Jakarta

      Delete

Post a Comment