Dear, Fans SHINee yang Kehilangan Jonghyun

Sebagai mantan penggemar SHINee dan masyarakat biasa yang peduli dengan isu bunuh diri, saya cukup terpukul dengan kabar perginya Jonghyun. Tapi, yang lebih menyedihkan lagi adalah kabar lain dari para penggemarnya yang merencanakan tindakan mengakhiri depresi dengan cara serupa.


Please, tindakan atau ide bunuh diri bukan sesuatu yang baik atau akan mengharumkan namamu, gaes. Depresi memang berat. Siapa pun yang pernah berpikir untuk bunuh diri tentu tidak bisa disalahkan karena kurang iman dan sebagainya. Perhatian dan kelembutan adalah yang dibutuhkan.

Saya pernah berhadapan langsung dengan anak muda yang emosi sambil mengancam bunuh diri. Mungkin alasannya sepele. Sumpah serapahnya pun terdengar sepele, seperti angin lalu yang bisa ditertawakan. Tapi, dengan kondisi labil yang bisa aktif seperti bom waktu dan cepatnya informasi akan kabar atau cara-cara melakukan bunuh diri, BOOM, bom waktu itu bisa meledak kapan saja.

Dear, para sahabat dan/atau fans SHINee yang tengah depresi, yuk kita lakukan pencegahan dan tindakan untuk meminimalisir kemungkinan musibah yang menimpa Jonghyun terulang. Untuk itu, teman-teman dari Into The Light Indonesia kasih saran, nih:

1. Kepada para fans SHINee (Shawol) yang terguncang dengan kematian agar tetap bersatu dan mempedulikan kondisi satu sama lain. Kematian selebritis terkait bunuh diri dapat mengguncang secara psikis dan metode bunuh diri berpotensi ditiru bagi Shawol yang terikat secara emosional dan memiliki kecenderungan depresif dan bunuh diri. Jika anda memiliki pemikiran bunuh diri, segera hubungi psikolog dan psikiater.

Disarankan juga kepada para Shawol untuk tidak menyebarluaskan sumber berita yang belum teruji kebenarannya atau hoax terutama yang bersifat mendramatisir kematian bunuh diri Jonghyun. Hal ini agar tidak memicu pemikiran depresif dan kehendak bunuh diri dari sesama Shawol yang depresif.

2.  Kepada masyarakat luas, terutama keluarga dan teman dekat dari fans SHINee/Shawol untuk menghindari perilaku menstigma, merundung, menghakimi atau menilai negatif kematian bunuh diri dari idola mereka. Setiap kematian bunuh diri selebritis dapat mengguncang fans, tidak peduli apapun persepsi dan reaksi kita terhadap kematian idola mereka.

Penilaian negatif yang diutarakan mengenai kematian bunuh diri juga berpotensi untuk menghambat perilaku pencarian bantuan dari orang yang kecenderungan depresi dan bunuh diri di sekitar anda, terlepas mereka bagian dari Shawol atau bukan. Ada baiknya untuk kita terus bersama saling memperhatikan kondisi satu sama lain, belajar berempati dan mendengarkan dalam kondisi ini.

Jika anda memperhatikan adanya perubahan perilaku seperti menjadi murung, menarik diri, membicarakan kematian, serta perasaan tidak ada harapan dari rekan fans SHINee/Shawol, harap segera dianjurkan untuk hubungi profesional ahli psikolog/psikiater terdekat

3. Yang perlu diketahui:
a. bunuh diri disebabkan oleh faktor biologis, psikologis dan sosial yang kompleks
b. bunuh diri dapat dicegah
c. data mengenai depresi dan bunuh diri di anak muda tanpa mendramatisir kasusnya.
d. Apa yang perlu dilakukan saat ada kawan hendak bunuh diri :
https://intothelightid.wordpress.com/2017/07/21/apa-yang-harus-dilakukan-jika-rekan-anda-memiliki-kecenderungan-bunuh-diri/


Sumber:
- Benny Prawira Siauw
Kepala Koordinator Into The Light Indonesia
-https://www.researchgate.net/publication/315835806_Mental_Health_Status_of_Adolescents_in_South-East_Asia_Evidence_for_Action
- http://www.who.int/mental_health/suicide-prevention/world_report_2014/en/

Comments