Objek Wisata yang Pertama Kali Saya Datangi di Ternate

Bukan cuma Maluku, Provinsi Maluku Utara juga punya banyak daerah dengan wisata alam cantik yang potensial. Bagi kalian para beach addict atau fakir Vitamin Sea, siap-siap tergiur dengan foto-foto di artikel saya kali ini!

Ternate adalah salah satu kota terpadat yang penuh syorgaaa di Maluku Utara! Kota ini bisa didatangi kalau kalau kalian suka melihat pantai dan gunung sekaligus dan punya waktu singkat untuk singgah atau liburan.
Dari pengalaman pertama saya ke Kota Ternate, berikut adalah beberapa destinasi andalannya:


Danau Tolire


Danau Tolire Ternate
Danau Tolire dengan latar Pulau Hiri

Berjarak sekira 10 km dari pusat kota, danau legendaris ini bisa ditempuh dengan kendaraan ke utara Bandara Sultan Baabulah dengan menyusuri jalan utama sepanjang pinggir pantai. Danau Tolire ini ada yang besar dan kecil. Masih di daerah yang sama, dua danau Tolire ini berada di pinggir pulau.

Menurut legenda, dua danau tersebut terbentuk setelah terjadi musibah gempa yang menimpa seorang ayah dan anak perempuannya yang diusir dari desa karena perbuatan zina keduanya. Ada juga legenda tentang keberadaan buaya-buaya putih yang dikaitkan dengan azab yang juga diturunkan pada penduduk desa di daerah tersebut.

Percaya nggak percaya, ada hal yang perlu kalian percaya dari Danau Tolire. Pertama, benda apapun yang kalian lempar ke arah danau, pasti tidak parabola arahnya (seperti kata hukum fisika), melainkan seperti tertarik ke pinggir danau.


Kedua, Danau Tolire dilihat dari foto aerial, cekungan yang terisi air hingga menjadi danau ini memang dalam sekali. Semacam pernah ada jari raksasa yang mencungkil gundukan tanah (gunung) di pulau Ternate ini.

Ketiga, pengunjung nggak perlu takut kelaparan karena sudah ada kedai-kedai makanan yang tersedia. Hee.. Jadi, memang sudah ada fasilitas umum yang mendukung tempat ini untuk menjadi tempat wisata yang layak dikunjungi.

Pulau Hiri


Pulau Hiri
Penampakan Pulau Hiri dari perairan

Kalau kalian mau mencoba menengok pulau-pulau lain yang masih berada di wilayah Kota Ternate, cobalah datang ke Pulau Hiri. Pulau ini berada di utara Pulau Ternate dan bisa dijangkau dari Pantai Sulamadaha. Cukup naik speedboat selama 10 menit, lalu katakan selamat tinggal sejenak pada Gunung Gamalama diseberang.

Di Pulau Hiri kemarin, saya beruntung karena ditempatkan di Tomajiko (15-20 menit dari pelabuhan penyeberangan). Kecamatan tersebut jadi wilayah yang punya spot wisata cantik tersembunyi. Dari pengalaman saya kemarin, saya mampir ke Menara Suar dan Pantai Kahona.

Jujur, saya belum sempat naik Menara Suar (yang serupa pernah saya lakukan di Jailolo). Beberapa teman sudah naik untuk memotret pemandangan sunset yang ciamik kalau langit cerah. Teman lokal yang lain juga punya foto-foto dari puncak Menara Suar di siang hari dan itu nggak kalah bagusnya.

Lanjut ke Pantai Kahona. Salah satu spot pantai yang menarik di sana adalah singkapan piroklastik (dalam istilah geologinya) yang bolong seperti donat. Kamu bisa foto bersama batu karang besar itu dari bawah atau atas dengan sedikit trekking ke atas bukit.

Pantai Kanoha Pulau Hiri
Pantai Kanoha Pulau Hiri



Pantai Sulamadaha



Pantai Sulamadaha Ternate
No filter

Pantai ini terkenal dengan gambar perahu kayu yang mengapung di atas air laut biru super jernih. Kenyataannya memang air di pantai ini jernih banget! Masih di daerah utara Pulau Ternate di Jalan Batu Angus, yang berbatasan dengan Pulau Hiri, pantai ini jadi destinasi wisata favorit masyarakat lokal, juga wisatawan.

Pantai ini sudah menjadi rahasia umum, karena juga sudah mulai tumbuh ekonomi pariwisatanya dalam beberapa tahun belakangan. Terbukti, sekarang ada banyak kedai penjual makanan dan jasa penyewaan alat renang atau snorkeling. Yep! Di sini kalian bisa bebas berenang, main ban, atau mengintip terumbu karang di balik air lautnya yang biru bening menyegarkan mata.

Untuk mampir ke spot ini, siap-siap keluarkan uang untuk membayar retribusi dan parkir.



Pantai Jikomalamo



Pantai Jikomalamo Ternate
This might not be the best picture, but you wont resist the real beauty of this beach!

Bergeser sedikit ke barat dari Pantai Sulamadaha, kalian akan menemukan spot pantai yang nggak kalah ciamiknya. Pantai ini cocok buat kalian pecinta pantai dan bawah lautnya. Siapkan uang untuk menyewa alat snorkeling atau ban renang, atau bawa sendiri kalau kalian punya!

Nggak perlu naik kapal untuk nyebur ke spot snorkeling. Cukup berenang sedikit ke tengah, and there they are, the beautiful and deep coral forest! Hutan terumbu karang besar akan menyambut kalian di sana. Demikian juga dengan ikan-ikan kecil dan ubur-ubur kecil transparan yang bisa bikin gatal! Ada juga bagian dalam yang tidak ditumbuhi terumbu karang, sehingga asik untuk tempat menyelam bebas.

Kalau mau menikmati pantai cantik ini layaknya pantai pribadi, coba deh datang pagi-pagi di hari kerja. Di waktu itu kemarin kita tidak dikenakan biaya retribusi atau parkir.



Pantai Fitu (Spot Uang Seribu)


Uang Seribu Pantai Fitu Ternate
Foto dengan uang seribu kertas yang mulai langka

Kalau kalian masih punya stok uang seribu kertas saat ke Ternate, jangan lupa mampir ke Pantai Fitu. Pantai ini lokasinya ada di selatan Pulau Ternate. Pernah menjadi lokasi menonton Gerhana Matahari Total 2016, pantai ini berbatasan langsung dengan Pulau Maitara dan Pulau Tidore.

Kedua pulau yang pemandangannya diwakili gunung masing-masing ini dilukiskan secara persis di lembar uang seribu lama. Adapun perahu yang ditambahkan juga mewakili perahu nelayan yang kerap berlalu lalang di pantai ini. Untuk dapetin pemandangan cantik ini, datang lah di siang hari.


Pantai Kastela


Pantai Kastela Ternate

Mau lihat pemandangan sunset yang pas di Ternate? Pantai Kastela tempatnya! Masih berada di selatan Pulau Ternate dan tidak jauh dari Benteng Kastela, pantai ini kerap ramai dikunjungi masyarakat dan turis. Pengunjung bisa bebas mandi di pantai ini atau main sepak bola atau berfoto ria buat portofolio atau ... (isi 'ndiri yo!)

Pengalaman saya kemarin, pemandangan sunset nya memang keren banget! Walau sayang kita datang agak telat, karena mataharinya keburu ditelan gumpalan awan. Kita sempat mampir ke bibir pantai di mana ada barisan pohon mati yang terendam air pasang. Kalau berfoto di situ bersama langit senja, pasti cucok meyong--kalau kata anak-anak kekinian.



Danau Laguna, Ngade


Danau Laguna di Ngade Ternate
Pemandangan Danau Laguna menjelang matahari terbenam

Satu wisata alam berupa danau lainnya yang harus kalian tengok di Ternate ada di Ngade. Tidak jauh dari Pantai Fitu, sedikit naik ke kaki Gunung Gamalama, terletak Danau Laguna. Persis seperti Danau Tolire besar, di sini kalian bisa mendapatkan pemandangan danau dengan latar laut beserta Pulau Maitara dan Tidore.

Yang menarik, buat kalian penggila foto ala-ala Instagram, ada sejumlah spot foto yang menarik. Ada ayunan gantung, dermaga berbentuk hati, sampai yang berbentuk sarang burung. Untuk berfoto di sana kalian harus bayar, Rp10.000. Jangan lupa bayar parkir kendaraan juga, ya.

Ayunan gantung di Danau Laguna Ternate
Foto antimainsteam. Beda dari orang lain yang biasanya datang siang xD

Taman Moya Mabuku

Pemandangan Kota Ternate dari Taman Moya


Pingin nikmati pemandangan kota dengan laut dan pulau-pulau di seberang Pulau Ternate? Silakan datang ke Taman Moya Mabuku. Berada di Ternate Tengah, spot di atas ketinggian ini menawarkan pemandangan seperti Bukit Bintang di Jogja.

Di sana, kalian bisa bersantai menikmati "indahnya pemandangan, tingginya tempat naikku" sambil mencocol pisang goreng dengan dabu-dabu atau menyeruput air guraka. Mantap! Waktu yang tepat untuk datang ke sini, menurut saya adalah sore hari sampai sepertiga awal malam supaya kalian bisa melihat gemerlap lampu malam dari pemukiman kota yang padat.


Benteng Toloko / Tolukko

Benteng Tolukko Ternate


Pernah menjadi gerbang masuk dan basis pertahanan penjajah dari beberapa kebangsaan, Ternate banyak memiliki benteng yang masih bertahan hingga saat ini. Salah satunya Benteng Tolukko atau yang juga disebut Toloko. Fyi, benteng ini pernah dijadikan setting video klip penyanyi Andien juga loh.

Situs bersejarah ini bisa dibilang benteng peninggalan kolonial paling cantik yang pernah saya lihat. Yang unik dari benteng ini, kalau dilihat dari atas bentuknya falik alias kelamin laki-laki... Nggak perlu pergi jauh kalau kalian tinggal di pusat kota, karena benteng peninggalan Portugis ini ada di daerah Sangaji.


Kedaton Kesultanan Ternate




Kedaton Kesultanan Ternate, yang masih menjadi kediaman Sultan Ternate ini, menjadi destinasi sejarah yang perlu kalian kunjungi. Di dalam kedaton terdapat museum terkait kesultanan dan perlawanan masyarakat Ternate sebagai bagian Moloku Kie Raha terhadap penjajah. Museum yang ada dikelola oleh Depdikbud sejak tahun 80-an.

Untuk menikmati dan memahami isi museum, semacam abdi dalem di kasultanan ini dapat mengantarkan kalian. Kalian bisa melihat bentuk singgasana sultan, dengan berbagai peralatan upacara dan acara penting kesultanan, juga mahkota berambut langka, sampai balkon istana kesultanan yang memperlihatkan hamparan laut.

Landmark Ternate


Belum sah datang ke Ternate kalau belum foto bersama landmark di pinggir pantai dengan tulisan TERNATE. Itu kata saya sih, hehehe. Terletak di Kilometer 0 Kota, Ternate Tengah, lanmark luas ini sering dijadikan tempat acara besar bagi masyarakat. Spot ini cocok buat melihat matahari terbit atau menghabiskan malam bersama cahaya biru yang mewarnai TERNATE.

PS: kali ini terpaksa pakai foto orang


Pantai-Pantai di Pusat Kota


Sejumlah pantai yang terjangkau dari pusat kota juga bisa kalian datangi. Mereka antara lain, Pantai Falajawa dan pantai di Taman Nukila yang saling bersebelahan. Sebagai daerah kepulauan, ya nggak heran ya kalau di mana-mana pantai. Di lokasi seperti yang disebutkan sebelumnya, kalian bisa duduk-duduk santai, olahraga ringan, mengadakan pertemuan atau sekedar makan selepas melakukan harian.

Kebetulan kemarin saya lewat-lewat aja, jadi maaf kalau fotonya nggak available :( Selain itu, masih ada beberapa lokasi wisata yang sayangnya belum sempat saya datangi, contohnya Kawasan Batu Angus dan Gunung Gamalama. Semoga next time bisa balik lagi, ya, gaes!


Comments

Post a Comment