Belajar Nabung Saham di Sekolah Pasar Modal

Yuk nabung saham! Kalimat kampanye yang belakangan sering kita lihat di TV atau sosial media ini pasti nggak asing lagi. Setelah lulus kuliah, saya pernah punya keinginan main saham kalau sudah kerja dan punya penghasilan tetap. Beberapa tulisan orang di blog sudah saya lahap, tapi tetap aja nggak ngerti. Sampai akhirnya saya tahu yang namanya Sekolah Pasar Modal.
Sekolah Pasar Modal (SPM) dan Sekolah Pasar Modal Syariah (SPMS) adalah program edukasi dan sosialisasi pasar modal yang diselenggarakan secara berkala oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Seluruh masyarakat umum dapat menjadi peserta SPM dan SPMS sepanjang telah melakukan pendaftaran sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.  (sumber: sekolahpasarmodal.idx.co.id)
Selain mengusung tujuan di atas, Sekolah Pasar Modal juga memberi kemudahan masyarakat untuk terjun langsung ke pasar modal dengan modal hanya Rp100.000.
  
Wait... Gimana gimana?

Siapa aja yang minat ikut Sekolah Pasar Modal akan diminta mengeluarkan biaya Rp100.000 untuk modal investasi saham pertama. Berarti peserta akan otomatis dibukakan rekening dana nasabah, rekening efek, dan fasilitas bermain saham (seperti aplikasi online trading).

Nikmat Tuhan mana yang kau dustakan? Bisa dibilang ini macam angin segar buat saya yang udah nyimak beragam blog sampai vlog tentang cara main saham, tapi nggak paham juga. Belum lagi ragu gimana cara buka rekening sahamnya, nggak berani keluarin modal besar buat pembukaan rekening (yang setoran awalnya bisa ratusan ribu).

Jadi, kenapa saya segitu tertariknya belajar nabung saham, terutama dengan sehari mengikuti Sekolah Pasar Modal?

Ingin punya keuntungan lebih dari rutin menabung

Setelah kerja dan menghasilkan uang sendiri, saya selalu berusaha menabung untuk masa depan demi bahagia bersama kamu--iya, kamu. Biasanya sih cuma nyimpen uang di rekening tabungan aja, rutin tiap bulan. Ada nilai tambahnya nggak? Pasti ada dari suku bunga. Tapi nggak seberapa ya kan...

Tahun 2015, saya pernah nyoba beli emas. Selama beberapa bulan di tahun itu, saya rutin nabung logam mulia tiap dapat gaji. Horang kaya! Enggak kok, belinya juga segram dua gram. Tahun berikutnya saya nggak lagi beli, karena saya sadar yang saya lakukan itu salah. Beli sedikit jatohnya kan mahal!

Tapi untung kan? Ya, setelah dua tiga tahun harga buyback naik sih (kan nilai tukar Rupiah masih melemah terus)--tapi ya kenaikannya lambat. Liat yang lelet-lelet tu kadang bikin saya gerah :P Dan saya pun masih berpikir untuk mencoba investasi saham yang menjanjikan inflasi dengan persentase lebih tinggi dibanding jenis investasi lainnya. Emang betul? Berikut datanya.

(sumber foto: idx.co.id) 

Akhirnya dipertemukan dengan Sekolah Pasar Modal

Keinginan untuk mencoba main saham sejujurnya sudah ada setelah saya lulus kuliah. Saya tahunya untuk main saham itu nggak perlu modal uang jutaan. Tapi kok ya kayaknya susah banget memulainya. Sampai akhirnya saya menemukan informasi Sekolah Pasar Modal ini. Lalu apa yang saya dapat?

A. Pemahaman tentang investasi saham di pasar modal

Data tentang persentase keuntungan investasi saham yang lebih tinggi daripada investasi lainnya yang saya ceritakan di atas, dijelaskan dalam SPM level 1. Memang apa sih yang bikin angkanya tinggi? Singkatnya nih, keuntungan bisa dari capital gain, stock split, deviden, sampai manfaat dari mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham. Lebih jelasnya bisa kalian browsing sendiri atau ikut SPM ;)

Secara sederhana, konsep saham itu sama dengan investasi bisnis. Seperti ketika kita berniat membantu bisnis pedagang yang butuh modal dengan mengharapkan keuntungan yang dihasilkan sesuai perjanjian.

Tapi, perlu diketahui, investasi saham yang diperjualkan di pasar modal itu melibatkan perusahaan besar yang butuh modal ber-M-M hingga Trilyunan Rupiah dan sudah IPO. Investasi saham di pasar modal tidak dilakukan per proyek, macam kita investasi ke pengusaha UMKM, petani, peternak, dsb. Orang yang menyumbang modal atau investor saham bisa menitipkan modal untuk jangka panjang.

Investasi saham di pasar modal itu juga kompleks, karena dengan pengawasan OJK dan peraturan perundang-undangan melibatkan perusahaan sekuritas, Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

BEI itu ibaratnya department store, perusahaan sekuritas adalah barang-barang yang didisplay, investor itu pembelinya, KPEI kasirnya, dan KSEI gudang penyimpanan. Kurang lebih pemahaman seperti itu yang saya dapatkan dari narasumber Sekolah Pasar Modal level 1.

B. Membuka rekening dan bermain saham dengan modal Rp100.000

Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, ketika mendaftar, calon peserta wajib mentransfer uang sebesar Rp100.000 pada pihak penyelenggara untuk konfirmasi keikutsertaan SPM level 1. Uang tersebut terbilang ringan loh untuk pembukaan rekening di perusahaan sekuritas, yang biasanya butuh ratusan ribu.

Kebetulan waktu saya mengikuti kegiatan ini, perusahaan sekuritas yang terlibat adalah Minna Padi. Perusahaan ini pun bekerja sama dengan BCA untuk membuka rekening dana nasabah. Perlu diketahui, untuk bermain saham, kita perlu memiliki dua rekening. Ada Rekening Dana Nasabah (RDN) dan Rekening Efek.

RDN (disebut juga sub rekening efek/Rekening Dana Investor) itu fungsinya untuk menampung uang yang ingin kita gunakan atau tarik untuk kegiatan bermain saham. Sementara itu, Rekening Efek adalah rekening yang dikelola perusahaan sekuritas untuk menampung saham dari hasil transaksi jual beli dan ini dilindungi oleh KSEI. Keduanya bisa sekaligus didapat ketika kita mendaftar ke perusahaan sekuritas.

Dengan pembukaan rekening-rekening tersebut, kita juga akan mendapatkan Kartu AKSes yang memuat nomor SID alias Single Investor Identification. Kartu itu seperti KTP yang menyatakan bahwa kita adalah seorang investor saham terdaftar.

Sebelum pemaparan oleh narasumber SPM dimulai, peserta akan diminta mengisi formulir pengajuan rekening-rekening tersebut. Ini sifatnya wajib, karena sebelum kelas kan kita sudah harus menyetor dana Rp100.000. Saat diberi waktu untuk mengisi, pastikan dibaca baik-baik semua ketentuan dan perjanjian dalam formulir tersebut. Waktu itu saya dan peserta SPM lainnya dapat waktu satu jam lebih untuk isi form, jadi waktunya banyak syekali.

C. Mulai bermain saham

Yey! Inilah sesi yang paling saya tunggu. Berhubung saya juga mendaftar SPM level 2, maka saya dan peserta lainnya akan diajari materi Analisis Fundamental dan Teknikal. Di akhir sesi, pihak sekuritas juga mengajari kita menggunakan aplikasi online trading untuk mulai melakukan transaksi saham.

Ilmu yang didapat dari mengikuti SPM level 2 ini cukup penting diketahui sebelum terjun bermain saham--walaupun materinya terbilang kompleks untuk dipelajari sebentar. Analisis Fundamental perlu untuk melihat risiko dan peluang bermain saham dari kondisi ekonomi makro (macam suku bunga, nilai tukar, kepercayaan konsumen), persaingan industri (faktor kekuatan pembeli, kompetisi, dsb.), juga spesifik dari kondisi keuangan perusahaan yang ingin kita beli sahamnya.

Analisis fundamental ini perlu kalau kita mau nabung saham lebih untuk jangka panjang. Kalau kita sedang punya banyak waktu atau ingin meraup keuntungan dari bermain saham dalam jangka pendek, kita perlu jago melakukan Analisis Teknikal. Analisis jenis ini spesifik pada tren naik turunnya nilai saham, yang digambarkan dalam grafik.

Analisis teknikal ini, salah satunya bisa kita lakukan dalam aplikasi yang disediakan oleh perusahaan sekuritas tempat kita membuka rekening saham. Jadi dalam aplikasi jual beli saham daring aka online trading, kita bisa memantau tren pertumbuhan nilai saham dan menentukan kapan kita akan membeli dan menjual saham.

Penggunaan teknologi online trading ini terbilang baru berjalan beberapa dekade belakangan ini. Kalau dulu saham itu bentuknya lembaran kertas, kalau beli atau jual harus teleponan, sekarang semuanya serba digital dan cukup dilakukan dengan jari dalam hitungan detik. Cukup buka aplikasi, lakukan pengamatan, masukan angka-angka dan klik, transaksi akan berjalan.

Oh ya, untuk transaksi saham nggak juga semudah kita transfer uang ke rekening bank atau beli pulsa. Ada waktu T+3 untuk memproses transaksi saham yang kita inginkan. Yang cepat itu mengisi atau top up RDN, karena hanya memindahkan uang dari rekening tabungan biasa. Sementara untuk memindahkan atau mengirim uang dari RDN ke rekening saham perlu waktu sampai empat hari kerja.

-------

Begitu kira-kira pengetahuan yang saya dapat dari mengikuti dua level SPM di kantor pusat Bursa Efek Indonesia. Lalu bagaimana kalau pembaca semua minat bergabung?

Langkah Mengikuti Sekolah Pasar Modal

- Masuk ke laman sekolahpasarmodal.idx.co.id
- Cek jadwal. SPM diadakan pada hari Selasa / Kamis / Sabtu dari jam 8 pagi sampai 4 sore (jadwal dua level tersedia dalam sehari).
- Pilih level. SPM level 1 bagi yang belum pernah membuka rekening saham, level 2 bagi yang sudah.
- Pilih lokasi. SPM diadakan di 29 lokasi, di kota besar dari Aceh sampai Papua.
- Isi formulir pendaftaran dengan data yang sebenar-benarnya.
- Lakukan pembayaran ke rekening yang disebutkan jika mengikuti SPM level 1.
- Cek email dan klik konfirmasi pembayaran jika sudah mentransfer.
- Tunggu email verifikasi.
- Email konfirmasi kehadiran akan masuk dan download Kartu Peserta (tidak perlu diprint)
- Hadir pada jadwal yang sudah ditentukan.
- Tinggal datang, mendaftar, duduk manis dan menikmati snack serta makan siang yang disediakan.
- Rekening saham, kartu AKSes, dll yang sudah dibuat saat SPM akan diterima peserta selepas acara.

Comments