Chinatown & Orchid Forest: Wisata Baru di Bandung

Bandung, I'm coming back! Setelah 2015 lalu pernah backpacker sehari di Bandung, akhir Juni 2018 lalu saya kembali datang ke Kota Kembang ini untuk liburan dadakan nan singkat selama dua hari.

Saya dan dua teman dekat saya pergi naik KA Argo Parahyangan premium dari Stasiun Senen. Satu kamar di Fabu Hotel, Jalan Kebon Jati, tidak jauh dari Stasiun Bandung, juga sudah dipesan. PR berikutnya adalah mencari tempat menarik untuk didatangi.

Kami sampai sekitar pukul 13.00 WIB dan langsung pergi ke hotel. Bukannya segera menentukan pilihan, kami justru ketiduran dan baru keluar hotel jam empat sore. Untuk mengisi perut yang udah lama kosong, kami jakan kaki ke Paskal Food Market yang jaraknya hanya 1 km dari hotel. Dari sana, kami memutuskan ke Chinatown di Jalan Kelenteng No. 41, (lagi-lagi) dengan jalan kaki.

Chinatown Bandung



Tempat ini terbilang baru di Bandung. Seperti namanya, lokasinya berada di antara pecinan Bandung dan berkonsep pecinan tua. Chinatown Bandung cocok buat orang-orang yang senang foto-foto atau kumpul bareng untuk makan-makan. Tiket masuknya saat ini Rp 30.000 (bonus voucher belanja apa saja Rp 5.000).

Dari depan pintu masuk, kelihatannya memang sempit. Tapi, tempat ini memanjang ke belakang. Open space di tengah, yang dibuka untuk panggung pertunjukan dan tempat makan, dikelilingi ruangan-ruangan berkonsep untuk tempat foto. Sebelah kiri dari pintu masuk terdapat food court yang menjual beragam pilihan makanan. Tersedia juga taman bermain anak, toilet, dan musola di belakang.

Hampir semua sisi dan sudut di Chinatown instagramable. Barang-barang yang mungkin kita anggap jadul atau rongsokan, di sini jadi ornamen tambahan yang eye-catching. Belum lagi, dekorasi dengan properti tua dan lukisan tembok yang bikin kita gatel untuk berfoto ria.



Untuk wisata kuliner, Chinatown menawarkan pilihan makanan, dari camilan sampai pencuci mulut. Walaupun judulnya pecinan, makanan yang dijual di sini halal toyyiban. Jadi, ramah untuk semua orang. Harganya juga cukup terjangkau, apalagi bisa pakai voucher potongan harga yang bisa diakumulasi.


Selain makanan, ada juga penjual merchandise dan pernak-pernik, seperti topi, goody bag, kacamata, sampai kartu pos. Yang perlu jadi perhatian, semua transaksi dilakukan cashless alias tanpa uang fisik. Kartu pembayaran elektronik seperti kartu Flazz, kartu debit atau kredit bank bisa dipakai. Oh iya, Chinatown ini buka dari jam 11 siang - 10 malam.

Orchid Forest



Dari namanya, kalian bisa menebak bahwa ini hutan. Yep! Pergi Bandung, sayang kalau nggak mampir ke wisata alamnya. Orchid Forest berlokasi di Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung. Untuk ke sana, kami naik angkot krem dari kota ke Lembang, dilanjutkan naik angkot kuning tujuan Cikole, searah Tangkuban Perahu.

Objek wisata Orchid Forest ini bertempat di hutan pinus seluas 12 hektare. Gede banget, kan? Bayangin kalian ada di hutan dengan pohon pinus menjulang, perbukitan landai dilapisi rerumputan hijau, udara sejuk khas Lembang. Kalian pasti nggak tahan untuk lepas sepatu, kemudian lari-lari di hutan!

Di Orchid Forest, hutan itu nggak lagi "mentah". Di sana-sini, tersedia zona-zona hiburan dan edukasi menarik. Ada Rabbit Forest alias hutan kelinci di mana pengunjung bisa main dan kasih makan kelinci (gratis), ada juga kantin kalau mau makan-makan, amphiteater yang menggoda untuk dijadikan lokasi pernikahan, taman bermain anak, juga ada jembatan kayu dan flying fox (yang ini berbayar), dan wisata naik kuda.



Kalau kalian detil, pada beberapa tanaman, ada informasi mengenai tanaman itu. Jadi, hitung-hitung, pengunjung bisa menambah ilmu baru. Selain tanaman anggrek, di sana juga ditanami tanaman tua seperti paku, bahkan tanaman langka seperti bunga bangkai.

Orchid Forest ini juga bisa dibilang sangat well-maintained alias sangat tertata dan terfasilitasi dengan baik. Tempat sampah ada di setiap sudut, ada toilet gratis, petugas yang siap sedia membantu bertebaran di mana saja. Ketersediaan tempat parkir juga oke. Tiket masuk Orchid Forest Rp 30.000.



Tips: ke Orchid Forest dari Kota Bandung bisa naik dua kali angkot. Pertama, angkot ke Lembang dengan ongkos Rp 10.000 per orang. Kedua, angkot kuning jurusan Cikole Rp 20.000 (sudah sampai pintu masuk Orchid Forest.

Kalau mau hemat di angkot kuningnya, bisa dengan minta diturunkan di pinggir jalan. Setelah itu, dari pintu gerbang bisa naik shuttle (angkot) gratis yang disediakan pengelola. Begitu juga dengan pulangnya.

Comments

Post a Comment